Monday, April 30, 2012
Yakin
Kadang kita sangat mudah mengatakan bahwa kita telah yakin. Padahal, kenyataannya tidak semudah yang bisa kita katakan. Kenapa? Karena Yakin itu sendiri melalui proses berkali-kali. Kadang kita yakin hari ini, besoknya kita tidak yakin lagi. Kadang hari ini tidak yakin, besoknya yakin. Jadi keyakinan bisa berubah-ubah. Lalu bagaimana agar keyakinan tidak berubah-ubah?
Agar keyakinan tidak berubah-ubah dan bisa dipertahankan, maka tidak ada cara lain selain melakukan pembuktian-pembuktian terus-menerus. Semakin banyak bukti yang kita dapatkan, semakin baik dan kokoh keyakinan kita akan sesuatu. Bukti bisa berubah-ubah, namun tetap merujuk kepada satu arah yang kita cari. Arah bisa saja dipalingkan kepada sesuatu yang jauh, namun penglihatan batin kita tidak bisa ditipu dengan pemalingan yang terkadang tidak tentu arah itu. Namun pandangan batin kita akan selalu mengarah kepada sesuatu yang memang hati kita cendrung di dalamnya.
Pembuktian bisa juga melewati cara-cara yang tidak lazim. Misal, kita mendapati sesuatu yang tidak masuk akal dalam benak kita atau dalam pemikiran kita. Namun perlu kita letakkan dulu semua prasangka kita agar apa yang terlihat dengan sendirinya, masuk ke dalam pemikiran kita. Kalau belum-belum kita sudah menolaknya, maka yang terjadi adalah bagaikan air yang dituangkan dalam sebuah gelas yang sudah penuh. Tentu sulit masuknya.
Namun semua terserah anda. Karena yang paling penting adalah enak bagi anda. Nyaman tak nyaman caen been cong!
Subscribe to:
Posts (Atom)